Sabtu, 06 November 2010

Analisis Pembangunan


Perubahan sosial

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Inilah definisi yang telah saya baca dari tulisan dosen saya sendiri yaitu Gumgum Gumilar. Selanjutnya yang dijelaskan oleh dosen saya tersebut adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial.

Perubahan sosial yang dapat saya telaah adalah perubahan yang merupakan bagian dari bergantinya zaman dan hilangnya kebudayaan yang telah ada. Mengapa terjadi perubahan? Perubahan terjadi karena terjadi ketidakpuasan terhadap apa yang dilakukan oleh manusia sebelumnya. Manusia menyadari sisi negatif dari kebiasaannya tesebut sehingga ingin membuat perubahan dalam dirinya.

Disini saya mengungkapkan perubahan sosial yang saya tangkap selama hidup. Lupakan dulu teori-teori. Sepengetahuan saya, perubahan sosial yang dialami oleh manusia ada dua jenis. Pertama, perubahan sosial didasarkan oleh gejolak pemikiran manusia. Gejolak ini diakibatkan oleh keadaan lingkungan di sekitarnya. Contoh nyatanya adalah teman saya sendiri yang menutup diri dari teman-temannya akibat konflik yang terjadi di dalam keluarga sehingga pola pikiran yang dahulu terbuka menjadi tertutup selama sekian tahun.

Kedua, perubahan sosial terjadi akibat pudarnya budaya dan bergantinya trend. Budaya yang dialami oleh manusia mulai dilupakan. Hal ini akibat perubahan gaya hidup yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Contohnya adalah seseorang yang melupakan kebiasaan yang diterapkan oleh orang tuanya dan beralih menjadi manusia yang bebas dan tanpa aturan.

Apa yang diharapkan oleh manusia dalam perubahan sosial itu menjadikan manusia itu sendiri menjadi kaku dan tidak dinamis. Mereka menganggap perubahan yang dialami oleh dirinya itu merupakan sesuatu tindakan yang benar. Padahal itu hanya apa yang ada di otaknya.

Kemudian saya melanjutkan mengutip dari tulisan dosen saya bahwa perubahan itu dapat mengenai lingkungan hidup dalam arti lebih luas lagi, mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola keperilakuan, struktur-struktur, organisasi, lembaga-lembaga, lapisan-lapisan masyarakat, relasi-relasi sosial, sistem sistem komunikasi itu sendiri. Juga perihal kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, kemajuan teknologi dan seterusnya.

Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial itu merupakan suatu respons ataupun jawaban dialami terhadap perubahan-perubahan tiga unsur utama :

1. Faktor alam

2. Faktor teknologi

3. Faktor kebudayaan

Ada pihak lain yang menyebabkan perubahan sosial terjadi pada diri manusia. Salah satunya adalah media massa. Media massa terkadang terlalu frontal dalam penyampaian berita. Pernah disebutkan dalam Koran Tempo, bahwa media menginspirasi tindak kriminal. Salah satu media yang mengakibatkan perubahan sosial yang begitu besar adalah televisi. Televisi merupakan media massa yang dapat dengan cepat memengaruhi khalayak. Oleh sebab itu, televisi terkadang mendapatkan kesan menciptakan perubahan sosial dengan sengaja.

Hal inilah yang menjadikan perubahan sosial yang terlalu dini bagi anak-anak. Sewajarnya anak-anak dibawah umur belum bisa memilah-milah atau kritis terhadap apa yang ia dengar, ia tonton, dan ia inderai. Contoh kasus dari TV terhadap perubahan sosial yang terjadi bagi anak-anak adalah siaran televisi yang menampilkan kekerasan dan hal yang vulgar. Tayangan ini menyebabkan perubahan sosial yang terjadi pada anak-anak menjurus ke arah yang negatif.

Perdebatan mengenai perubahan sosial yang terjadi akibat pengaruh media tidak prnah mengalami titik simpul. Alasan-alasan yang menyudutkan dan membela kian menghiasi kasus perubahan sosial yang ada di Indonesia. Inilah realitas sosiologi yang terjadi di zaman yang sudah edan ini.

Mobilitas sosial

Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.Kata sosial yang ada pada istilah mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial jadi. Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial terdapat dua jenis yaitu mobilitas vertikal, mobilitas horizontal dan mobilitas antargenerasi. Mobilitas vertikal dibagi lagi menjadi mobilitas vertikal yang naik dan turun.

Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertical adalah pepindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda.

Mobilitas Vertikal naik memiliki dua bentuk ,yaitu sebagai berikut:

§ Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Misalnya:seorang camat diangkat menjadi bupati.

§ Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada.

Mobilitas Vertikal turun juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut.

§ Turunnya kedudukan seseorang kedudukan lebih rendah ,Misalnya, seseorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.

§ Tidak dihargai lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas,misalnya , seorang yang menjabat direktur bank,karena bank yang dipimpinya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.

Mobilitas Horizontal

Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan. Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan. Contohnya adalah memindahkan korban banjir ke tempat yang lebih tinggi.

Mobilitas Antargenerasi

Mobilitas Antargenerasi adalah perpindahan antara dua generasi atau lebih, Mobilitas Antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua ,yaitu sebagai berikut.

a) Mobilitas Intergenerasi

adalah perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi.

b) Mobilitas Intragenerasi

Adalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

1. Faktor Kemiskinan

2. Faktor Diskriminasi Kelas

3. Faktor Perbedaan Ras dan Agama

4. Faktor Perbedaan Jenis Kelamin {Gender}

5. Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat Kuat

Dampak Mobilitas Sosial

Menurut Horton dan Hunt (1987),ada beberapa konsekuensi negative dari adanya mobilitas sosial vertical , antara lain sebagai berikut.

1) Kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun.

2) Ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat

3) Keretakan hubungan antaranggota kelompok primer.

Adapun dampak mobilitas sosial bagi masyarakat ,baik yang bersifat positif maupun negatif antara lain sebagai berikut.

Dampak Positif

a) Mendorong seseorang untuk lebih maju

Semangat dan kreatif seseorang mengakibatkan dirinya termotivasi di dalam memobilisasi dirinya.

b) Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.

Dampak Negatif

a) Timbulnya konflik

Konflik yang terjadi menjadi akibat negatif yang menjadikan mobilitas sosial tidak berjalan sesuai rencana.

Ketergantungan Sosial

Ketergantungan sosial terjadi akibat pengaruh keras dari dunia luar yang menyebabkan suatu kaum tidak bisa lepas dari pengaruh tersebut. Ketergantungan sosial sebagai contoh mudahnya adalah orang yang memakai narkoba. Jika ia tidak mengonsumsi narkoba maka badannya akan terasa gelisah dan sakit yang luar biasa. Apapun yang sudah mengalami ketergantungan maka ia tidak akan lagi sembuh atau sulit untuk kembali seperti semula. Obat yang paling ampuh dalam mengatasi ketergantungan adalah insan yang ada di dalam diri masing-masing individu atau personal.

Di dalam buku Teori Pembangunan Dunia Ketiga karya Arif Budiman juga dijelaskan beberapa teori ketergantungan yang dialami oleh negara-negara kecil. Banyak ahli yang mempunyai opini mengenai masalah ketergantungan.

Negara yang mengalami ketergantungan biasanya menjadi negara yang terbelakang. Menurut sumber mengenai ketergantungan sosial, struktur ketergantungan secara bertingkat mulai dari negara pusat sampai periferi disampaikan oleh Galtung. Imprealisme ditandai satu jalur kuat antara pusat di pusat dengan pusat di periferi (CC-CP). Ditambahkan Frank, bahwa daerah desa yang terbelakang akan menjadi penghalang untuk maju bagi negara bersangkutan. Struktur kapitalisme juga dapat dikaitkan dengan Cardoso tentang dependensi ekonomi. Ketergantungan ekonomi terjadi melalui perbedaan produk dan kebijakan hutang yang menyebabkan eksploitasi finansial.

2 komentar:

  1. Postingan sumbang Dim di blog yang udah kental dengan nuansa sastranya.

    Kenapa gak dipost di blog CGJ?

    BalasHapus
  2. karena di CGJ sepertinya tak ada yang membaca. jadi sayang. lebih baik ditaruh disini dulu karena pasarnya sudah ada. haahhahhaa

    BalasHapus