dan langit sedang dirundung malang,
ah, kita masih duduk,
untuk tujuan yang tak satu setan pun mengerti.
atau Tuhan yang berbaik hati,
menempatkanku padamu,
atau memang bumi,
yang pasrah untuk kita tempati selalu?
telah kukatakan, sebagian waktuku telah dihabiskan
belum kuhabiskan, aku, padamu perempuan
dan kita berdiri bagai monumen, dimana kekal sebuah kenangan
sehingga tak pernah dilupakan, kita, sebagai plesiran.
dan kuseka namamu, atau telah terseka nama kita
pada ujung dunia, dimana perjumpaan telah mengawali
satu bundaran tak bertepi, saat aku sedang sendiri
dan kamu tak punya nyali, sampainya suatu ketika, kita tak sadar telah memulai.
12 November 2010